SAMPAH HATI


Assalamua’laikum wrhwbrkth
Perkongsian ilmu pagi ini – anita sksb kirim(cerita d sekolah seberang)

SAMPAH HATI
( sebuah sikap )

Seorang laki-laki yang berbeda fahaman dengan seorang Guru Spiritual mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, dan meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru yang bijak.

Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah kata pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yang melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya: “Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut..?”

Sesaat kemudian Sang Guru pun berkata kepada si murid:

“Apakah jika seseorang memberimu sesuatu, tetapi kamu tidak mau menerimanya, lantas menjadi milik siapa kah pemberian itu..?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi,” jawab si murid dengan tegas.

“Betul…… begitu pula dengan kata-kata kasar tersebut,” balas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri.

Dia tidak menyedari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat; karena energi negatif yg muncul dari fikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup kepada dirinya sendiri.”

Kemudian, lanjut Sang Guru: ”Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

“Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu… biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka: “Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu…..”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya ) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”

Sang Guru melanjutkan nasihatnya:

“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”
“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”
“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”
“Jika engkau tak boleh memuji, janganlah mengecam”
“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”
“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

 

img_2079

Inilah saatnya – kita melatih diri untuk membuang semua sampah yg ada di hati kita…

Semoga bermanfaat.
Wallahua’lam

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s